Tampilkan postingan dengan label mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil. Tampilkan semua postingan
Selasa, 05 November 2013
Ragam Aplikasi Teknologi Mobil di Motor Bag 1
Ragam Aplikasi Teknologi Mobil di Motor (Bag.1)
Bahan bakar dari fosil, semakin terbatas keberadaannya. Selain itu, harga jualnya pun semakin mahal. Maka itu, produsen kendaraan saling berlomba menghasilkan kendaraan yang irit bahan bakar (BBM), tapi tetap memberikan power besar.
Tak sedikit teknologi di roda empat dibuat demi menekan konsumsi BBM. Mengingat, kondisi perkotaan yang makin sarat kemacetan. Jika sebelumnya satu liter sanggup menghantar mobil hingga jarak 10 km, maka karena macet sanggup 7 km/ liter. Terbayang sudah berapa liter pemborosan yang terjadi pertahun. Belum lagi, emisi gas buang yang ikut tinggi.
Tetapi, selain di mobil teknologi itu kini juga mulai diaplikasi di motor alias roda dua. Tanpa disadari, keberadaan teknologi itu pun mulai akrab di motor harian. Tak sekedar motor balap saja.
Lewat teknologi-teknologi ini, motor pun jadi lebih irit. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalau ke depan tercipta motor hybrid massal. Tentunya, sobat ingin tahu apa saja teknologi yang sudah dan tak menutup kemungkinan bakal diterapkan. Ini dia!
1. THROTTLE BY WIRE
Untuk menggerakkan katup di throttle body agar mampu menyemburkan bahan bakar dan udara, sebagian mobil sudah mengaplikasi throttle by wire. Teknologi ini, sudah tak menggunakan kerja mekanis dengan menggunakan kabel gas sebagai part penggerak butterfly throttle body.
Seperti diaplikasi di Nissan Livina, peran kabel digantikan sensor yang ada di pedal gas. Cara kerjanya mirip potensiometer layaknya volume buat mengatur audio. Perubahan tegangan ini yang akhirnya diterima ECU sebagai informasi, buat atur bukaan butterfly. ECU Juga, memberikan perintah ke injektor untuk jumlah injeksi bahan bakarnya.
Maka itu, tujuan pemakaian teknologi ini juga sebagai salah satu faktor efisiensi konsumsi BBM. Teknolgi ini juga diaplikasi di moge. Sebut saja Ducati. Pabrikan motor asal Italia ini juga sudah aplikasi teknologi ride by wire di Diavel dan 1198 Panigale.
2. DUA BUSI
Mungkin sobat familiar dengan Honda Jazz tipe i-DSI (intelligent-Dual Sequantial Iqnition). Mobil ini, mengaplikasi dua busi untuk tiap satu silinder. Tujuannya, untuk pembakaran yang sempurna dan efisien juga emisi gas buang yang lebih bersih.
Nah, di motor, Bajaj Pulsar juga aplikasi teknologi serupa. Di Bajaj, akrab dengan sebutan DTS-I (Digital Twin Spark-ignition). Prinsip kerjanya keduanya tetap sama. Yaitu, antara busi yang satu dengan yang lain, memiliki perbedaan waktu buat percikkan api. Sehingga pembakaran lebih sempurna. Proses ini, diatur CDI yang sudah diprogram sejak awal.
Selain digital CDI, proses meletiknya busi juga bisa dipantau dan dikontrol dari TRICS III (Throttle Responsive Ignition Control System). Peranti ini, berfungsi buat memajukan dan memundurkan pengapian sesuai kecepatan dan beban yang berbeda.
3. VARIABLE VALVE TIMING
Teknologi ini, mulai akrab dikenal di mobil. Perannya, mengatur waktu bukaan klep alias katup. Bisa di klep isap dan buang. Penamaannya di tiap pabrikan mobil, bisa berbeda. Misalnya di Toyata, dikenal dengan istilah VVT-i, Honda dengan panggilan V-TEC, Mitsubishi dengan sebutan MIVEC. Teknologi ini pun terus berkembang.
“Cara kerjanya camshaft intake bisa digeser melalui tekanan oli. Ketika rpm rendah, camshaft digeser agar saat penekanan katupnya dilambatkan (retard; red). Begitu juga sebaliknya, ketika rpm tinggi camshaft digeser ke arah lebih cepat (advance; red),” ujar Iwan Abdurahman, Technical Support Dept PT Toyota Astra Motor (TAM), produsen mobil Toyota di Indonesia.
Dalam pemakaiannya, ECU yang memerintahkan untuk menggeser kem tersebut, agar sesuai kebutuhan. Untuk aplikasi teknologi ini, butuh dukungan dari beberapa part termasuk sensor. Yaitu; controller yang bertugas menggeser advance atau retard, sensor posisi kem, sensor air pendingin mesin, oil control valve dan sensor posisi kruk as. “Teknologi ini diaplikasi dengan tujuan mendapatkan power yang lebih baik, lebih hemat bahan bakar dan emisi gas buang lebih bersih,” tambah Iwan.
“Di motor, motor besar seperti Honda Goldwing dan CBR sudah memakai teknologi seperti ini. Tujuannya, untuk menekan konsumsi bahan bakar dan power yang lebih baik,” timpal Sarwono Edhi, Technical Training Development PT Astra Honda Motor (AHM). Motor ‘harian’ kapan nih? He.. he.. he...
Tak sedikit teknologi di roda empat dibuat demi menekan konsumsi BBM. Mengingat, kondisi perkotaan yang makin sarat kemacetan. Jika sebelumnya satu liter sanggup menghantar mobil hingga jarak 10 km, maka karena macet sanggup 7 km/ liter. Terbayang sudah berapa liter pemborosan yang terjadi pertahun. Belum lagi, emisi gas buang yang ikut tinggi.
Tetapi, selain di mobil teknologi itu kini juga mulai diaplikasi di motor alias roda dua. Tanpa disadari, keberadaan teknologi itu pun mulai akrab di motor harian. Tak sekedar motor balap saja.
Lewat teknologi-teknologi ini, motor pun jadi lebih irit. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalau ke depan tercipta motor hybrid massal. Tentunya, sobat ingin tahu apa saja teknologi yang sudah dan tak menutup kemungkinan bakal diterapkan. Ini dia!
Untuk menggerakkan katup di throttle body agar mampu menyemburkan bahan bakar dan udara, sebagian mobil sudah mengaplikasi throttle by wire. Teknologi ini, sudah tak menggunakan kerja mekanis dengan menggunakan kabel gas sebagai part penggerak butterfly throttle body.
Seperti diaplikasi di Nissan Livina, peran kabel digantikan sensor yang ada di pedal gas. Cara kerjanya mirip potensiometer layaknya volume buat mengatur audio. Perubahan tegangan ini yang akhirnya diterima ECU sebagai informasi, buat atur bukaan butterfly. ECU Juga, memberikan perintah ke injektor untuk jumlah injeksi bahan bakarnya.
Maka itu, tujuan pemakaian teknologi ini juga sebagai salah satu faktor efisiensi konsumsi BBM. Teknolgi ini juga diaplikasi di moge. Sebut saja Ducati. Pabrikan motor asal Italia ini juga sudah aplikasi teknologi ride by wire di Diavel dan 1198 Panigale.
2. DUA BUSI
Mungkin sobat familiar dengan Honda Jazz tipe i-DSI (intelligent-Dual Sequantial Iqnition). Mobil ini, mengaplikasi dua busi untuk tiap satu silinder. Tujuannya, untuk pembakaran yang sempurna dan efisien juga emisi gas buang yang lebih bersih.
Nah, di motor, Bajaj Pulsar juga aplikasi teknologi serupa. Di Bajaj, akrab dengan sebutan DTS-I (Digital Twin Spark-ignition). Prinsip kerjanya keduanya tetap sama. Yaitu, antara busi yang satu dengan yang lain, memiliki perbedaan waktu buat percikkan api. Sehingga pembakaran lebih sempurna. Proses ini, diatur CDI yang sudah diprogram sejak awal.
Selain digital CDI, proses meletiknya busi juga bisa dipantau dan dikontrol dari TRICS III (Throttle Responsive Ignition Control System). Peranti ini, berfungsi buat memajukan dan memundurkan pengapian sesuai kecepatan dan beban yang berbeda.
3. VARIABLE VALVE TIMING
Teknologi ini, mulai akrab dikenal di mobil. Perannya, mengatur waktu bukaan klep alias katup. Bisa di klep isap dan buang. Penamaannya di tiap pabrikan mobil, bisa berbeda. Misalnya di Toyata, dikenal dengan istilah VVT-i, Honda dengan panggilan V-TEC, Mitsubishi dengan sebutan MIVEC. Teknologi ini pun terus berkembang.
“Cara kerjanya camshaft intake bisa digeser melalui tekanan oli. Ketika rpm rendah, camshaft digeser agar saat penekanan katupnya dilambatkan (retard; red). Begitu juga sebaliknya, ketika rpm tinggi camshaft digeser ke arah lebih cepat (advance; red),” ujar Iwan Abdurahman, Technical Support Dept PT Toyota Astra Motor (TAM), produsen mobil Toyota di Indonesia.
Dalam pemakaiannya, ECU yang memerintahkan untuk menggeser kem tersebut, agar sesuai kebutuhan. Untuk aplikasi teknologi ini, butuh dukungan dari beberapa part termasuk sensor. Yaitu; controller yang bertugas menggeser advance atau retard, sensor posisi kem, sensor air pendingin mesin, oil control valve dan sensor posisi kruk as. “Teknologi ini diaplikasi dengan tujuan mendapatkan power yang lebih baik, lebih hemat bahan bakar dan emisi gas buang lebih bersih,” tambah Iwan.
“Di motor, motor besar seperti Honda Goldwing dan CBR sudah memakai teknologi seperti ini. Tujuannya, untuk menekan konsumsi bahan bakar dan power yang lebih baik,” timpal Sarwono Edhi, Technical Training Development PT Astra Honda Motor (AHM). Motor ‘harian’ kapan nih? He.. he.. he...
(motorplus-online.com)
Selasa, 29 Oktober 2013
MOBIL Honda Jazz Modification from Surabaya
Artikel Ini awalnya bahasa Inggris dan telah di translate dengan google translate
Den lantai dasar pusat perbelanjaan di Surabaya Town Square (Sutos) di Jawa Timur disesaki All New Honda Jazz dan Freed yang sudah dimodifikasi. Nomor, 20 unit Jazz yang mengikuti Jazz Tuning Contest, 06-08 Agustus 2010.
Pengoperasian Kota Pahlawan, menurut Jonfis Fandy, untuk keempat kalinya. "Singapura menjadi pilihan karena Jazz sangat dominan di Jawa Timur dan menyumbang 15 persen untuk penjualan nasional," kata Direktur Pemasaran & aftersales layanan bahwa PT Honda Prospect Motor.
Kontes kali ini diikuti oleh 20 peserta yang datang dari Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan tuan rumah. "Mereka bersaing di tiga kelas, yaitu Racing (12 peserta), Elegan (5), dan Extreme (3)," kata ketua juri, Rendy Surya Setiawan, dari Majalah Mobil Modifikasi Motor & Gaya Hidup.
Dari semua kontestan, tidak ada modifikasi ekstrem kanan. Dengan Rendy, karena sesuai dengan peraturan dan keinginan Honda bahwa mobil masih bisa digunakan untuk penekanan sehari-hari dan juga pada faktor kenyamanan dan keamanan.
Namun demikian, ada terobosan yang membuat beberapa peserta. Jazz adalah dimiliki oleh Ronald Rendy menunjuk runner-up di Raja Contezt rumah modifikasi Jazz Tuning pada 2010 yang berlaku Sendok. "Karena umumnya berorientasi Jazz Mugen, Modula, dan lain-lain. Dalam body kit situ, kaca spion, dan karbon Sendok panel pakai," jelas Rendy.
"Saya memilih Sendok karena sederhana dan lezat sehari-hari," komentar Marlon (22), mengapa memilih Sendok. "Jazz," lanjut salah satu mahasiswa di departemen otomotif Melbourne, "memiliki saudara saya."
Terobosan lain, Rendy menunjuk Jazz putih mengadaptasi desain Wald. Jepang tuner khusus untuk Mercedes-Benz. Tapi hasilnya cukup rapi.
Lomba ini akhirnya dimenangkan oleh Suryo dengan aliran modifikasi elegan. Jazz berkelir kombinasi hitam dan hijau dicampur juga menerima Para Multimedia Paling Elegan. Jadi, di dalam mobil, terutama di ruang penumpang belakang terdapat layar televisi cukup besar. Kemudian, antara ruang belakang dan sekat depan diberikan.
Mengapa, bagaimana melihat di belakangnya? "Ini parkir mobil sensor dan kamera diberikan sedikit untuk melihat kembali Jadi,. Dari segi keamanan masih terjaga," kata Rendy.


Den ground floor shopping center in Surabaya Town Square (Sutos) in East Java crammed All New Honda Jazz and Freed that have been modified. Number, 20 units that follow the Jazz Jazz Tuning Contest, 6 to 8 August 2010.
Operation of the City of Heroes, according to Jonfis Fandy, for the fourth time. "Singapore became an option because Jazz is very dominant in East Java and contributed 15 per cent for national sales," said Director of Marketing & aftersales service that PT Honda Prospect Motor.
The contest this time followed by 20 participants who came from Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya and host. "They compete in three classes, namely Racing (12 participants), Elegant (5), and Extreme (3)," said jury chairman, Surya Rendy Setiawan, from Modified Magazine Motor Cars & Lifestyle.
Of all the contestants, no modification of the extreme right. By Rendy, because according to regulations and Hondas desire that the car can still be used for everyday and also emphasis on comfort and safety factors.
Nevertheless, there is a breakthrough that made some of the participants. Jazz is owned by Ronald Rendy appoint the runner-up in a King of Jazz Tuning Contezt home modifications in 2010 which apply Spoon. "Because of commonly oriented Jazz Mugen, Modula, and others. In situ body kit, rearview mirror, and disposable carbon panels Spoon," explained Rendy.
"I chose the Spoon because it is simple and delicious everyday," commented Marlon (22), why choose Spoon. "Jazz," continued one of the university students in Melbournes automotive department, "has my brother."
Another breakthrough, Rendy pointed white Jazz adapt Wald design. Japanese tuner specifically for Mercedes-Benz. But the result is pretty neat.http://blogspot.com/
The competition was eventually won by Suryo with elegant flow modifications. Jazz berkelir combination of mixed black and green was also received The Most Elegant Multimedia. So, in the car, especially in the rear passenger space there big enough screen television. Then, between the back room and front bulkhead are given.
Operation of the City of Heroes, according to Jonfis Fandy, for the fourth time. "Singapore became an option because Jazz is very dominant in East Java and contributed 15 per cent for national sales," said Director of Marketing & aftersales service that PT Honda Prospect Motor.
The contest this time followed by 20 participants who came from Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya and host. "They compete in three classes, namely Racing (12 participants), Elegant (5), and Extreme (3)," said jury chairman, Surya Rendy Setiawan, from Modified Magazine Motor Cars & Lifestyle.
Of all the contestants, no modification of the extreme right. By Rendy, because according to regulations and Hondas desire that the car can still be used for everyday and also emphasis on comfort and safety factors.
Nevertheless, there is a breakthrough that made some of the participants. Jazz is owned by Ronald Rendy appoint the runner-up in a King of Jazz Tuning Contezt home modifications in 2010 which apply Spoon. "Because of commonly oriented Jazz Mugen, Modula, and others. In situ body kit, rearview mirror, and disposable carbon panels Spoon," explained Rendy.
"I chose the Spoon because it is simple and delicious everyday," commented Marlon (22), why choose Spoon. "Jazz," continued one of the university students in Melbournes automotive department, "has my brother."
Another breakthrough, Rendy pointed white Jazz adapt Wald design. Japanese tuner specifically for Mercedes-Benz. But the result is pretty neat.http://blogspot.com/
The competition was eventually won by Suryo with elegant flow modifications. Jazz berkelir combination of mixed black and green was also received The Most Elegant Multimedia. So, in the car, especially in the rear passenger space there big enough screen television. Then, between the back room and front bulkhead are given.
- Perhatikan Kode Pada busi
- Modif Ringan Standart Modif CB100
- Yamaha Belum Ada rencana Luncurkan YZF-R15
Selasa, 22 Oktober 2013
Daftar Harga Ban Mobil Goodyear Murah November 2013
Daftar Harga Ban Mobil Goodyear Murah November 2013 - Kembali lagi kami akan menginformasikan kepada anda sebuah info harga ban mobil, namun info harga ban mobil yang akan kami berikan pada kesempatan kali ini adalah info harga ban dari goodyear. Anda pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama produsen ban mobil yang satu ini, karena memang produsen ini sudah berdiri cukup lama. Dan produknya pun banyak minati customer, karena produknya yang berkualitas dan harganya cukup terjangkau.
Dan bagi anda yang memang sedang mencari info harga dari ban mobil, maka tidak ada salahnya bila anda melihat terlebih dulu Daftar Harga Ban Mobil Goodyear Murah yang coba kami sajikan dibawah ini.
Sekian dari kami untuk info mengenai Daftar Harga Ban Mobil Goodyear kali ini, semoga info harga ban mobil yang baru kami berikan ini dapat membantu anda. Dan jika anda ingin melihat info harga ban mobil yang lain, maka anda bisa langsung melihat Daftar Harga Ban Mobil Accelera
ReadFull Article ..

Daftar Harga Ban Mobil Goodyear
| Merk | Jenis | Tipe | Harga |
|---|---|---|---|
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 195/70 HR14 | Rp 783.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 185/65 HR14 | Rp 801.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 185/60 HR14 | Rp 799.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 195/60 HR14 | Rp 852.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 195/65 HR15 | Rp 929.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 205/65 HR15 | Rp 984.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GA | 205/60 HR15 | Rp 993.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GDI | 175/70 HR13 | Rp 561.000 |
| 233 | |||
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GDI | 185/70 HR14 | Rp 704.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GDI | 185/65 HR14 | Rp 785.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GDI | 195/70 HR14 | Rp 741.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Ducargo GDI | 195/65 HR15 | Rp 889.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 155/80 TR12 | Rp 420.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 165/60 TR13 | Rp 525.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 165/80 TR13 | Rp 450.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 175/70 TR13 | Rp 560.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 185/70 TR13 | Rp 605.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 175/65 TR14 | Rp 720.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 185/60 HR14 | Rp 780.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 185/65 TR14 | Rp 765.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 195/70 TR14 | Rp 740.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 185/70 TR14 | Rp 685.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 185/80 TR14 | Rp 585.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 195/60 HR15 | Rp 850.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 195/65 TR15 | Rp 910.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Duraplus | 205/65 HR15 | Rp 940.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 185/65 VR14 | Rp 866.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 185/60 VR14 | Rp 897.000 |
| 253 | |||
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 195/60 VR14 | Rp 951.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 195/65 VR15 | Rp 1.012.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 195/60 VR15 | Rp 1.087.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 205/65 VR15 | Rp 1.083.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 195/50 ZR15 | Rp 1.186.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 195/55 ZR15 | Rp 1.178.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 205/55 ZR16 | Rp 1.351.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 215/55 ZR16 | Rp 1.373.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 225/55 ZR16 | Rp 1.455.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle F1 GSD3 | 205/45 ZR16 | Rp 1.378.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 175/65 HR14 | Rp 764.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 195/65 VR15 | Rp 1.005.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 205/65 VR15 | Rp 1.081.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 185/55 VR15 | Rp 1.033.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 195/55 VR15 | Rp 1.050.000 |
| 268 | |||
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 195/50 VR15 | Rp 1.060.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 205/60 VR16 | Rp 1.080.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle NCT5 | 205/55 WR16 | Rp 1.260.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 185/60 HR13 | Rp 690.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 185/65 HR14 | Rp 761.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 195/65 HR14 | Rp 874.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 195/60 HR14 | Rp 817.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 205/65 HR15 | Rp 957.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 195/60 HR15 | Rp 899.000 |
| 277 | |||
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 205/60 HR15 | Rp 959.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 205/55 VR15 | Rp 1.091.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 205/55 VR16 | Rp 1.122.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 195/50 VR16 | Rp 1.146.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 205/50 VR16 | Rp 1.155.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle Ventura | 225/50 VR16 | Rp 1.358.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Eagle GA+ | 175/70 SR13 | Rp 515.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 205/65 VR15 | Rp 1.141.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 195/60 VR15 | Rp 1.092.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 205/60 VR15 | Rp 1.165.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 205/60 VR16 | Rp 1.189.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 215/60 VR16 | Rp 1.198.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 205/55 VR16 | Rp 1.291.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Excellence | 205/45 VR16 | Rp 1.402.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Fortera | 205/70 SR15 | Rp 789.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Fortera | 215/70 TR16 | Rp 1.274.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Fortera | 265/70 SR16 | Rp 1.745.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Fortera | 215/65 SR16 | Rp 944.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 155/80 TR12 | Rp 281.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 175/70 TR12 | Rp 370.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 165/80 TR13 | Rp 332.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 175/70 TR13 | Rp 442.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 185/70 TR13 | Rp 481.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 165/65 TR13 | Rp 486.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 185/80 TR14 | Rp 447.000 |
| 302 | |||
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 185/70 TR14 | Rp 551.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 195/70 TR14 | Rp 585.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 175/65 TR14 | Rp 572.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 185/65 TR14 | Rp 629.000 |
| Ban Mobil Goodyear | GT3 | 195/65 TR15 | Rp 736.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 235/70 HR15 | Rp 1.064.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 225/70 HR15 | Rp 990.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 205/70 HR15 | Rp 874.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 265/70 HR16 | Rp 1.770.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 245/70 HR16 | Rp 1.400.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 235/70 HR16 | Rp 1.569.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 215/70 HR16 | Rp 1.492.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 215/65 HR16 | Rp 1.030.000 |
| Ban Mobil Goodyear | Wrangler HP AW | 225/65 HR17 | Rp 1.590.000 |
Sekian dari kami untuk info mengenai Daftar Harga Ban Mobil Goodyear kali ini, semoga info harga ban mobil yang baru kami berikan ini dapat membantu anda. Dan jika anda ingin melihat info harga ban mobil yang lain, maka anda bisa langsung melihat Daftar Harga Ban Mobil Accelera
Langganan:
Postingan (Atom)