Tampilkan postingan dengan label fungsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fungsi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Mematikan Fungsi Auto Run Pada Windows Xp

Auto Run merupakan fungsi pada windows xp. Auto run akan bekerja pada Drive CD/DVD, Harddisk External, Flash Disk, dan Harddrive lainnya yang memakai fungsi usb sebagai koneksi datanya. Fungsi Auto Run tidak lah begitu penting, bahkan bisa sangat merugikan. Jika pada flash disk anda terdapat file autorun yang berisi perintah untuk menjalankan file virus yang ada pada flash disk, maka virus akan segera bekerja menjangkiti komputer anda. Fungsi auto run ini juga akan membuat system menjadi lambat ketika anda memasukkan kepingan cd/dvd pada drive.
Agar fungsi ini tidak bekerja, maka anda bisa melakukannya dengan cara sebagai berikut :
1.  Buka Windows Run dengan cara tekan tombol Windows + R
2.  Ketik gpedit.msc lalu enter (klik OK), akan muncul windows Group Policy
3.  Klik tanda + pada Administrative Templates, di bagian Computer Configuration
4.  Klik 1x pada System
5.  Pada windows tab Extended, klik 2x pada pilihan Turn off Autoplay,
akan muncul windows Turn off Autoplay Properties
6.  Pilih Enabled
7.  Pada Turn off Autoplay on : Pilih All drives
8.  Klik OK
Klik Gambar Melihat Ukuran Lebih Besar
Mematikan Fungsi Auto Run
9.   Klik tanda + pada Administrative Templates, di bagian User Configuration
10.  Klik 1x pada System
11.  Klik 2x pada Turn off Autoplay
akan muncul windows Turn off Autoplay Properties
12.  Pilih Enabled
13.  Pada Turn off Autoplay on : Pilih All drives
14.  Klik OK
15. Lakukan Restart.
Klik Gambar Melihat Ukuran Lebih Besar
Mematikan Auto Run
Artikel ini merupakan bagian dari Tutorial Instalasi Komputer untuk Warnet
ReadFull Article ..

Selasa, 21 Januari 2014

Apakah Fungsi Tachometer pada Kendaraan


Sejak sekitar pertengahan tahun 1980-an, tachometer mulai menjadi perlengkapan standard di industri kendaraan berdampingan dengan speedometer sebagai salah satu instrumen atau alat utama yang membantu pengendara. Awalnya hanya diterapkan untuk balap, tapi sekarang kendaraan keluarga juga menerapkannya. Pabrikan harus investasi cukup besar demi memenuhi persaingan pasar yang menginginkan tachometer sebagai perlengkapan standard. Sayangnya banyak diantara pengemudi terutama wanita belum mengetahui fungsinya. Apakah fungsi tachometer dan bagaimana cara menggunakan tachometer?

Tachometer atau nama lainnya adalah: revolution counter (rev-counter), RPM gauge, dll, adalah suatu alat yang mengukur putaran poros engkol (engine crankshaft). Satuan yang digunakan adalah putaran per menit (Revolutions Per Minute, RPM).



Mekanik menggunakan tachometer untuk menyetel putaran terendah engine (engine idle speed), kadang disebut putaran stasioner atau langsam, yaitu berkisar antara 500-1000 RPM, pada saat tidak menggunakan AC. Jika AC dinyalakan maka secara putaran engine harus dinaikkan ke sekitar 100-200 RPM lebih tinggi, agar didapat daya untuk memutar kompressor AC. Kenaikan putaran saat AC bekerja diatur secara otomatis, mekanik hanya perlu menyetel seberapa tinggi putaran saat AC on dan saat AC off.

Dengan tachometer kita dapat mengetahui putaran engine dan menjaga agar tidak melampaui putaran yang diizinkan (redline). Untuk kendaraan sedan biasanya putaran maximal engine dibatasi sampai 6000 RPM, ada beberapa yang mencapai 7000 RPM. Untuk jeep, pickup dan truck dengan Diesel engine putaran maximal biasanya sekitar 4000 RPM. Engine sepeda motor mempunyai batas putaran 12000 RPM, ada yang mencapai 17000 RPM. Engine pada mobil balap formula satu dapat mencapai putaran setinggi 18000 RPM. Putaran tinggi biasanya terjadi saat kendaraan dipacu, atau saat menurunkan kecepatan dengan menggunakan kompresi (engine brake).

Jika putaran engine maximal dilampaui maka akan menyebabkan keausan yang lebih cepat pada komponen-komponen engine, bahkan dapat menyebabkan engine macet (engine jam). Beberapa hal yang menentukan batas putaran maximal engine antara lain: kemampuan sistem lubrikasi engine, berat komponen, keseimbangan komponen, susunan komponen, dll. Diesel engine biasanya mempunyai batas putaran lebih rendah karena keterbatasan sistem injeksi bahan bakar. Engine sepeda motor mempunyai batas putaran yang sangat tinggi karena berat komponen yang lebih ringan, terutama pada komponen yang bergerak bolak balik (resiprok) seperti piston, stang piston (connecting rod), katup, dll. Beberapa kendaraan dilengkapi dengan pembatas putaran yang bekerja dengan mengurangi injeksi bahan bakar agar putaran engine tidak melampaui redline.

Beberapa kendaraan yang digunakan untuk menarik beban berat seperti truck dan traktor, tachometernya dilengkapi dengan garis biru atau hijau yang menyatakan daerah putaran dimana engine memproduksi torsi maximum. Torsi maximum dari engine truck dan traktor didapat pada putaran serendah 1500-2500 RPM (low end torque). Sehingga pengendara tidak perlu menekan pedal gas dalam-dalam saat menarik beban berat, juga tidak perlu terus menerus menggunakan perseneling di gigi rendah saat menarik beban berat. Jika Anda mengemudi truk tanpa menarik beban berat, Anda bisa menanjak menaiki bukit dengan gigi 5, jika Anda mengendarai sedan Anda mungkin harus beralih ke gigi 3 untuk naik bukit. Hal ini karena engine pada truk memiliki torsi pada putaran rendah, sementara engine sedan memiliki torsi besar pada RPM tinggi.

Pada kendaraan penumpang seperti sedan dengan transmisi manual, tachometer dapat digunakan untuk menentukan saat terbaik mengganti persneling. Biasanya untuk penggunaan ekonomis, perseneling dapat dipindahkan ke satu tingkat lebih tinggi di saat putaran engine 2000-3000 RPM, jika melalui tanjakan atau menarik beban berat maka penggantian perseneling harus dilakukan pada putaran engine yang lebih tinggi, misal mencapai 4000 RPM. Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, maka pengendara tidak lagi terlalu memperhatikan tachometer.

Pada mobil balap atau motor balap, tachometer selain digunakan untuk membatasi putaran maximal engine juga dapat digunakan untuk mengukur kecepatan kendaraan. Karena modifikasi pada roda dan transmisi, maka speedometer standard tidak lagi bekerja akurat. Maka pada mobil balap dan motor balap, tachometer digunakan untuk mengukur kecepatan. Dengan mengetahui rasio roda gigi transmisi dan keliling roda, maka dapat diketahui putaran roda pada putaran engine tertentu. Dengan mengalikan putaran roda dengan keliling roda maka akan didapat kecepatan kendaraan.

Lihat artikel Hubungan antara RPM, Transmisi, Roda, Kecepatan untuk lebih detail.

Sekarang ini GPS (Global Positioning System) sudah populer, pengukuran kecepatan kendaraan dapat juga dilakukan dengan GPS. Karena ukurannya yang kecil, ada GPS yang bisa digunakan pada handphone dan ada yang digunakan pada sepeda.


ReadFull Article ..