Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Desember 2013

Raup Puluhan Juta Rupiah dari Bisnis Pernak Pernik Imlek


Manisnya bisnis pernak-pernik Imlek memang menggiurkan. Awaludin yang menjajakan barang-barang tersebut mengaku omzetnya per hari bisa mencapai Rp2 juta-Rp3 juta. Bahkan tiga pekan sebelum Imlek, dia mengaku mengantongi omzet sebesar Rp15 juta.

"Itu omzet untuk penjualan barang-barang berbau imlek dan kue keranjang," tutur Awaludin yang memililiki toko Berlian Lama, di Glodok, Jakarta.

Awaludin mengungkapkan, barang yang paling sering dicari oleh kosumen menjelang Imlek ini adalah raja uang dan semacam tulisan China yang disebut “hook” yang dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan. "Orang-orang paling sering nanyain raja uang dan hook, karena katanya bisa bawa hoki," imbuhnya.

Sementara, Iyus pedagang lain di Glodok mengungkapkan, omzet per hari dari hasil penjualan barang-barang berbau Imlek yang dia jual adalah Rp1 juta-Rp2 juta.

Sedangkan untuk total penjualan selama dua minggu sebelum Hari Raya Imlek jumlahnya mencapai Rp5 juta-Rp6 juta. Sementara omzet tahun lalu, Iyus mengaku hanya mendapat sekira Rp4,5 juta-Rp5 juta.

Untuk penjualan kue keranjang yang harganya Rp25 ribu per buah, Iyus mengaku penjualannya sama dengan barang lainnya. Adapun omzet penjualan kue keranjang seminggu menjelang Hari Raya bisa mencapai Rp1 juta.

"Kalau hari-hari biasa, kue keranjang bisa terjual 10 buah per hari, tapi seminggu menjelang Hari Raya, bisa 20 buah per hari yang laku," pungkasnya.

Pedagang yang sehari-harinya berjualan kacamata ini, beralih menjadi penjual barang-barang yang berbau Imlek menjelang hari raya Imlek. Adapun barang-barang berbau Imlek yang dijual oleh Iyus adalah lampion, Gambar Dewa, Amplop Angpau, raja uang dan lain-lain.

Iyus menambahkan konsumen tidak hanya berdatangan dari wilayah Glodok saja, akan tetapi datang dari berbagai daerah seperti Tangerang. Sementara barang yang paling banyak dibeli, yaitu lampu lampion ukuran dua inchi. Dimana ada perusahaan yang sampai memesan 10 lusin untuk pembelian lampu lampion ukuran dua inchi tersebut. (git)
Sumber : okezone.com 

ReadFull Article ..

Senin, 21 Oktober 2013

Peluang Bisnis dari Buah Pepaya California

Buah pepaya sudah tidak asing lagi di tengah-tengah kita, pemanfaatan buah ini telah merambah berbagai kebutuhan hidup. Buah pepaya yang selama ini ada di sekitar kita memiliki ukuran yang cukup besar, tidak akan habis jika dikonsumsi satu orang dalam satu waktu. Padahal menurut ahli gizi buah pepaya yang dikupas terlalu lama akan kehilangan banyak kandungan gizi. Hal inilah yang menjadikanbisnis pepaya California cukup potensial untuk ditekuni. Karena Pepaya California memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan pepaya jenis lain. Rata-rata ukuran pepaya California hanya separuh dari pepaya biasa.

Pepaya California sebenarnya berasal dari Amerika Tengah dan Karibia, namun yang berkembang di Indonesia adalah hasil pemuliaan tanaman dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika- Institut Pertanian Bogor (PKBT-IPB) dengan nama IPB-9. Bisnis budidaya Pepaya California ini cukup menjanjikan dan tengah menjadi incaran banyak orang. Di supermarket besar, harga jual pepaya ini bisa mencapai Rp 8.000 per kilogram (kg). Bandingkan dengan pepaya bangkok yang hanya sekitar Rp 4.000 per kg.

Budidaya Pepaya California mulai menghasilkan buah siap petik pada usia 7 bulan sampai 9 bulan dengan usia produktif selama 28-30 bulan. Jika Pepaya California sudah berproduksi, kita bisa memanen pepaya segar satu minggu sekali. Setiap pohon bisa menghasilkan buah sekitar 50 kg – 80 kg selama usia produktif. Keungulan lain dari bisnis Budidaya Pepaya California adalah penanaman dengan pola pertanian organik,sehingga memiliki nilai tambah.(Galeriukm).

Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id
http://tipspetani.blogspot.com/

ReadFull Article ..